Dinsdag 16 April 2013

Hilang


Tawa itu kini hilang, tersapu gelombang yang menghantam. Hancur, remuk, cerai berai dalam aliran kesedihan. Ketakutan selalu menjadi teman. Kesengsaraan menyelimuti setiap jengkal badan. Tangisan, rintihan dan jeritan menggema, menggelegar sampai ke angkasa. Menderu-deru, meremukkan sendi-sendi yang kokoh. Menyayat pilu hati yang lara, dan merobohkan landasan-landasan kebahagiaan. Sunyi senyap menggoreskan rasa, menepis semua harapan tentang masa depan. Memupuskan angan-angan indah tentang kedamaian. Menghapus semua khayalan, merampas semua impian, merenggut rasa kebersamaan dengan hanya meninggalkan kenistaan dan kenestapaan dalam dimensi yang sangat nyata.
Mungkinkah semua kebahagiaan itu musnah? Akankah semua kenangan itu luluh lantah menyatu dengan tanah?. Benarkah pesona itu hilang tertelan jauh bersama dengan rasa bersalah??. Tidakk..!! semua kebahagiaan itu belumlah musnah. Kenangan-kenangan itu masih setia menyerta rasa. Pesona itu kini dihadirkan dalam lantunan aroma surga. Meliuk-liuk indah dalam balutan harapan. Mengangguk-angguk menikmati kebahagiaan, dan tenteram dalam belaian kedamaian.
Saat mentari datang menyapa pagi, bunga-bunga bermekaran menyambut asa, burung-burung berkicau menyerta keindahan hari yang baru. Kenangan indah itu masih setia hadir untuk menemui kita. Teringat akan sesosok makhluk indah yang kini entah dimana. Bayang itu masih terus menemani dalam setiap langkah. Memberikan pesona lama yang muncul dalam setiap jejak. Raut indah yang selalu hadir dalam dimensi yang begitu nyata. Membaur dengan sejuta kenangan yang pernah terangkai indah. Pesona itu begitu dalam memikat perasaan yang kosong dan hampa. Mengisinya dengan berbagai buaian dan belaian yang manis. Dibumbui dengan canda tawa yang riang. Seakan menghapus kesedihan yang sedang singgah.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking