Tawa itu kini hilang, tersapu gelombang yang
menghantam. Hancur, remuk, cerai berai dalam aliran kesedihan. Ketakutan selalu
menjadi teman. Kesengsaraan menyelimuti setiap jengkal badan. Tangisan,
rintihan dan jeritan menggema, menggelegar sampai ke angkasa. Menderu-deru,
meremukkan sendi-sendi yang kokoh. Menyayat pilu hati yang lara, dan merobohkan
landasan-landasan kebahagiaan. Sunyi senyap menggoreskan rasa, menepis semua
harapan tentang masa depan. Memupuskan angan-angan indah tentang kedamaian.
Menghapus semua khayalan, merampas semua impian, merenggut rasa kebersamaan
dengan hanya meninggalkan kenistaan dan kenestapaan dalam dimensi yang sangat
nyata.
Mungkinkah semua kebahagiaan itu musnah? Akankah
semua kenangan itu luluh lantah menyatu dengan tanah?. Benarkah pesona itu
hilang tertelan jauh bersama dengan rasa bersalah??. Tidakk..!! semua
kebahagiaan itu belumlah musnah. Kenangan-kenangan itu masih setia menyerta
rasa. Pesona itu kini dihadirkan dalam lantunan aroma surga. Meliuk-liuk indah
dalam balutan harapan. Mengangguk-angguk menikmati kebahagiaan, dan tenteram
dalam belaian kedamaian.
Saat mentari datang menyapa pagi, bunga-bunga
bermekaran menyambut asa, burung-burung berkicau menyerta keindahan hari yang
baru. Kenangan indah itu masih setia hadir untuk menemui kita. Teringat akan
sesosok makhluk indah yang kini entah dimana. Bayang itu masih terus menemani
dalam setiap langkah. Memberikan pesona lama yang muncul dalam setiap jejak.
Raut indah yang selalu hadir dalam dimensi yang begitu nyata. Membaur dengan
sejuta kenangan yang pernah terangkai indah. Pesona itu begitu dalam memikat
perasaan yang kosong dan hampa. Mengisinya dengan berbagai buaian dan belaian
yang manis. Dibumbui dengan canda tawa yang riang. Seakan menghapus kesedihan yang
sedang singgah.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking